Saturday, June 2, 2012

ALLAH SWT "BERCANDA" DENGAN KU

Kisah ini merupakan pengalaman hidupku yang tidak pernah aku lupakan, bahwa aku pernah dekat sekali dengan Sang Penciptaku. Betapa sayang dan cintanya Allah kepadaku, lebih dari sekedar belaian ataupun pelukan... itu yang aku rasakan saat itu. 

Dibulan Pebruari 2012 kami sekeluarga berencana jalan ke Denpasar Bali selain mau bertemu dengan Ayah Angkat suamiku yang kebetulan datang dari Jepang, juga sekalian ingin berlibur. Kami di Bali cuma 2 hari 2 malam karena memang tidak mengambil cuti tahunan alias cuma libur biasa. Allah memberikan semua kelancaran dari perjalanan hingga mencari hotelnya, yang alhamdulillah dapat hotel berbintang dekat pantai Kuta. Pokoknya 2 hari itu betul-betul kami pergunakan untuk menghilangkan stress bekerja di Batam.

Inti ceritanya 1 bulan setelah kepulangan kami dari Bali, alhamdulillah Allah memberiku anugerah kehamilan anak yang ke dua dengan usia kandungan menginjak minggu ke 5 (menurut hitunganku). Yang memang sudah aku rencanakan jauh-jauh hari sebelum keberangkatanku ke Bali. Untuk kehamilan anak kedua ini aku benar-benar sangat menjaganya (padahal belum periksa dokter) aku "pede" saja saat itu, bahwa aku positif hamil.
Karena aku sudah tidak datang bulan lagi. Dan aku merasa ada "sesuatu" yang berbeda di dalam tubuhku. Saat kehamilanku itu aku benar-benar sangat menjaga pola makan, dengan alasan aku ingin anak yang aku kandung itu sepandai anakku yang pertama, orang bilang kehamilanku itu lumayan ribet dalam hal menentukan menu makan setiap hari dan pengolahannya. Aku sangat mempersiapkan yang terbaik.

Karena sudah sangat yakin dengan kehamilanku itu (walau belum cek menggunakan test pack), di usia kandunganku yang ke-8 minggu, aku sibuk menghubungi dokter kandungan kenalanku (aku sengaja masih simpan no telp pribadinya) yang prakteknya lumayan bagus dan banyak orang yang proses persalinannya minta bantuan dia. Setelah aku temukan tempat prakteknya yang baru, aku sengaja membikin janji sama dokter kandunganku untuk bertemu di rumah sakit tempatnya berpraktek sekalian konsultasi.

Datanglah aku kerumah sakit tempatnya praktek 3 hari kemudian. Dirumah sakit aku tidak langsung bisa bertemu dengan dokter kandunganku itu karena sedang menangani kelahiran seorang pasien. Janjiku tidak sesuai dengan rencana, ini adalah awal dari "candaan" Allah swt untukku. Waktu itu aku datang pagi jam 09.30, dan aku harus menunggu dokternya hingga jam 12.00 siang. Mana perutku udah keroncongan lagi akhirnya aku beli roti buat mengganjal perutku yang sudah keroncongan, sambil menunggu makan siang.

Jam 12.13 menit siang itu aku langsung masuk ke ruang praktek dokter kandunganku. Dokter kandunganku memang sudah hafal denganku, karena dulu waktu kehamilan anak pertama aku benar-benar dibawah pengawasannya. Waktu perutku di USG aku betul-betul sangat bahagia karena aku lihat sosok janin di dalam rahim ku yang kata dokter berusia masih di bawah 2 bulan. Aku sedikit protes sama dokter sebab hitungannya berbeda sama hitunganku. Tapi bukan masalah bagi aku, yang penting dokter bilang kandunganku sangat sehat, berat badanku naik 1 kg dan tekanan darahku normal. Maklum usiaku sekarang bukan usia muda lagi.

Allah swt Bercanda

Setelah selesai periksa aku langsung keluar dari Rumah sakit, dan aku lihat anakku yang pertama bersama suamiku sudah menungguku di mobil di halaman parkir yang tak jauh dari pintu keluar rumah sakit. Begitu aku naik ke dalam mobil dan duduk di jok depan, seeeerrrrr.... aku rasakan ada yang keluar dari organ intimku. Aku saat itu berpikiran positif itu keputihan, yah namanya juga orang sedang hamil kadang keputihan ya sah-sah saja selagi tidak berbahaya.
Sesampai di rumah karena saking penasarannya aku cek ternyata keluar flek (tidak banyak sih). Dan waktu itu perutku pun tidak ada gejala sakit. Aku tetap berpikir positif saat itu, dan tidak langsung ke dokter lagi, orang baru saja pulang dari dokter pikirku saat itu. Aku langsung minum susu hamil dan berikut obat-obat yang diberikan dokter kandunganku itu. Langsung aku pergi istirahat.
Besoknya aku masih beraktivitas seperti biasa, ngantar anak dan suami yang mau berangkat sekolah dan berangkat kerja. Siangnya aku merasakan ada sesuatu yang salah, perutku mulai mulas, seperti orang mau menstruasi (tapi tidak begitu sakit) tapi biarpun begitu aku sangat waspada waktu itu, walaupun sedikit mengeluarkan darah. Aku langsung istirahat total.
Sore harinya pas aku ingin buang air kecil, tidak sengaja jatuh sesosok janin kelantai dari rahimku.... Aku menangis sejadi-jadinya aku langsung telpon suami yang waktu itu masih di kantor. Kemudian satu jam kemudian keluarlah plasentanya. Darah langsung tidak keluar lagi! dan aku bisa beraktivitas lagi seperti biasa.
Seperti mimpi saja aku rasakan pada saat itu, Aku dirasakan kebahagiaan yang sudah aku tunggu-tunngu selama 7 tahun dengan merasakan kehamilan ke-2, kemudian aku dirasakan kekecewaan dengan merasakan kehilangan anak ke-2, dan aku dirasakan untuk tidak merasakan kesakitan.... Subhanallah.. betapa sayangnya Engkau padaku Ya Allah....

Waktu itu aku tidak langsung bertemu dokter di rumah sakit, karena aku sudah terikat jadwal sangat padat dalam waktu beberapa hari kedepan. Dimana saat itu aku disibukkan mengurus Sekolah anakku yang saat itu sedang sibuk test masuk SD. Kondisiku sangat segar waktu itu, tubuhku sangat fit aku rasakan. Bahkan banyak orang tidak menyangka kalau aku habis keguguran.

Begitu selesai semua urusan sekolah anakku aku baru datang ke tempat praktek dokter kandunganku, rada takut juga sih. Soalnya sehabis kejadian itu aku tidak langsung datang ke tempat prakteknya ataupun ke UGD 24 jam... otomatis aku takut kena omelan dokternya. Tapi setelah aku ceritakan semuanya dari awal alhamdulillah dokternya sangat mengerti posisiku saat itu. 
Akhirnya kandunganku di USG lagi, untuk melihat sudah bersih atau masih kotor didalam rahimku, sebab kalau masih kotor harus ada penangan lanjutan dengan di kuret untuk membersihkan sisa-sisanya yang ada di dalam rahimku.
Hiiiiiiii... takut juga sih aku ngebayangin dikuret. Mana harus dibius total lagi. Serem amat... aku langsung bikin perjanjian sama dokter kandunganku (karena aku takut jarum suntik) aku mau dibius lokal saja seandainya harus di kuret. (kepikiran juga akan kata orang-orang kalau dikuret itu sangat sakit).

Subhanallah...

Dokter kandunganku masih sibuk mengecek rahimku via USG, dokter kandunganku bilang bahwa kandunganku sudah bersih tak bersisa, bahkan sudah kembali semula. Jujur saja waktu itu aku masih "ngeyel" (kata orang jawa) atas diagnosa dokter kandunganku. Dokter kandunganku pun meyakinkan ke "ngeyelanku"itu. Bahwa semua sudah kembali semula, biarpun begitu aku harus meminum obat yang dia berikan....

Sampai sekarang aku tak habis pikir...seperti mimpi rasanya. Aku mengambil hikmahnya dalam kejadian ini bahwa Allah dengan mudahnya merubah apapun perencanaanku dalam waktu sekejap saja, bahwa apapun yang aku rencanakan harus atas IjinNya. Dan yang aku rasakan saat itu Allah begitu dekat denganku, bercanda denganku, mengujiku, membahagiakanku dalam waktu yang hampir bersamaan... Tersanjung rasanya aku... dipilih oleh Allah untuk dijadikan teman bercandaNya... Alhamdulillah ya Allah...Aku Semakin Sayang kepada Mu... melebihi segalanya...

(kisahku tentang mutiaraku..)


0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Theme images by andynwt. Powered by Blogger.
 

© TULISAN BUNDA, All Rights Reserved
Design by Dzignine and Conceptual photography