Monday, May 28, 2012

ANTARA AKU DAN KERETA API

Perjalanan kereta api dari Jakarta-Kutoarjo ditempuh lumayan lancar 7 jam perjalanan. Walaupun dengan barang bawaan seabrek, cukup lumayan keretanya buat istirahat. Mana penumpangnya nggak begitu banyak di gerbong yang ku tumpangi, jadi banyak bangku yang masih kosong.

Aku bersama putraku duduk berdampingan satu bangku, sementara suamiku ada di seberangnya (kebetulan tempat tersebut tak bertuan alias kosong).

Kereta tidak berhenti di stasiun kecil, kereta hanya berhenti distasiun besar seperti Cirebon dan Purwokerto sekalian menurunkan/menaikkan penumpang yang mempunyai arah tujuan ke Jawa Tengah seperti ke Kebumen atau kutoarjo.



Memang di tahun-tahun terakhir ini pelayanan PJKA lumayan bagus, dulu kalau kita naik kereta api kelas bisnis, nggak ada bedanya sama yang kelas ekonomi. Masuknya desak-desakan, Toiletnya bau sekali, mana kadang kosong nggak ada airnya. Cuma bedanya kelas Ekonomi tempat duduk nggak pakai nomer sedangkan kelas Bisnis memakai nomer.
Tapi sekarang perubahannya layak untuk diacungi jempol! kelas ekonomi sekarang memakai nomer (alias nggak ada yang berdiri lagi) walaupun penjual masih diperbolehkan masuk.
Kalau kelas Bisnis sekarang selain tetap pakai nomer di tempat duduknya, toiletnya berbau harum, penjual tidak diperkenankan masuk kecuali saat kereta api berhenti di stasiun.

Lumayan puas, walaupun rada susah buat nyari tiketnya, nggak bisa mendadak. Jadi kita harus berencana jauh-jauh hari jika mau bepergian naik kereta api.

Ada pengalaman menarik tentang perjalananku menaiki kereta api. Aku sempat kehilangan tas ranselku di atas gerbong kereta api di stasiun Kutoarjo. Aku baru ingat kalau tas ranselku hilang begitu aku sampai di rumah (yang kebetulan jarak 5 km dari stasiun kutoarjo). Kata orang kalau barang sudah hilang di stasiun sudah tidak mungkin ditemukan lagi. Apalagi disitu banyak orang-orang yang sengaja mencari kelengahan orang.
Tapi Subhanallah tidak dengan pengalamanku, Tas ranselku justru bisa ditemukan lagi dengan isi yang masih komplit didalamnya (tidak ada satupun yang hilang). Rasa terimakasih tak habis-habisnya aku ucapkan kepada Seluruh Karyawan PJKA yang berdinas di Stasiun Kutoarjo pada saat itu.

Rasa puas dengan pelayanan keretanya ditambah lagi rasa aman dengan barang-barang bawaan menjadikan aku semakin tidak kapok untuk menaikinya lagi.. Insyaallah.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Theme images by andynwt. Powered by Blogger.
 

© TULISAN BUNDA, All Rights Reserved
Design by Dzignine and Conceptual photography